Meningkatnya aksi
kekerasan dan inflasi karena naiknya harga beberapa produk hortikultura
semakin meresahkan masyarakat. Hampir setiap hari masyarakat disodori
berita tentang kekerasan di ruang publik yang dilakukan oleh para
preman, aparat (TNI, Polri), masa pendukung calon bupati, dan warga
sipil. Masyarakat juga resah oleh naiknya harga produk hortikultura
terutama bawang putih dan cabai, menyusul daging sapi beberapa waktu
lalu. Keresahan masyarakat itu rentan memicu aksi main hakim sendiri
ketika ada peluang untuk menangkap pelaku kejahatan di ruang publik. Bila
aksi kekerasan dan naiknya harga kebutuhan pokok tidak segera ditangani
serius dikhawatirkan dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada
pemerintah dan aparat penegak hukum.
Berbagai pertanyaan
bisa muncul terkait kondisi keresahan itu. Mengapa aksi-aksi kekerasan
dan naiknya harga kebutuhan pokok tersebut terjadi? Adakah pihak-pihak
yang sengaja menciptakan kondisi tersebut? Apakah maraknya aksi
kekerasan dan naiknya harga kebutuhan pokok ada kaitannya dengan naiknya
suhu politik menjelang pemilu 2014? Siapa yang paling diuntungkan oleh
keresahan dan ketidakpercayaan masyarakat tersebut? Meski belum ada
jawaban pasti, kiranya masyarakat patut waspada terhadap kemungkinan
adanya kekuatan tersembunyi yang bermain di balik kondisi ini.





