Sungguh inspiratif dan mengusik nurani, tulisan yang tersaji di link ini. Sebuah pengalaman unik dibagikan oleh Abrar dan Alif bersama kedua
orang tua mereka. Tindakan Abrar dan Alif yang melaporkan kecurangan
saat pelaksanaan UN di sekolah mereka bagaikan riak kecil di tengah
samudra praktek ketidakjujuran di negeri ini. Peristiwa itu juga
mencerminkan bobroknya sistem pendidikan kita, terutama terkait
pelaksanaan Ujian Nasional. Sekolah yang mestinya menanamkan nilai-nilai
moral untuk membentuk karakter pribadi yang unggul, justru mengajarkan
praktik ketidakjujuran. Pihak sekolah atau pendidik tentu ingin semua
peserta didiknya lulus dan prestise sekolah mereka terangkat. Kebanyakan
orang tua pun pasti menginginkan anaknya lulus dengan nilai baik, meski
tak peduli prosesnya. Namun, apakah niat baik itu mesti ditempuh dengan
menghalalkan segala cara? Apakah sistem pendidikan kita turut andil
dalam mengondisikan pihak sekolah, peserta didik dan orang tua
mengutamakan nilai UN dan tingkat kelulusan daripada output pribadi
peserta didik yang berkepribadian baik?
Labels
- artikel
- enterpreneurship
- kepedulian sosial
- kisah inspiratif
- motivasi
- pendidikan dan budaya
- renungan
- seputar cinta
Showing posts with label pendidikan dan budaya. Show all posts
Showing posts with label pendidikan dan budaya. Show all posts
Monday, April 8, 2013
Thursday, March 21, 2013
3 JURUS AMPUH MERAIH KEBAHAGIAAN
Semua orang ingin meraih kebahagiaan dalam hidup. Bahagia di dunia, dan
nantinya bahagia di akhirat. Itulah tujuan atau impian yang kita kejar
dalam hidup ini. Persoalannya, kebahagiaan itu ternyata tidak mudah
diraih. Butuh kiat khusus. Jurus ini sungguh ampuh atau tidak untuk
meraih kebahagiaan, pertama-tama tergantung pada pemahaman kita tentang
kebahagiaan.
Ada banyak persepsi tentang kebahagiaan itu. Persepsi akan kebahagiaan itu akan sangat menentukan upaya kita dan hasil akhir yang akan kita raih: kebahagiaan yang sejati atau kebahagiaan yang dangkal, semu dan sementara. Kadang kita memiliki konsep yang kurang tepat atau kurang jelas tentang tentang kebahagiaan. Yang kita bayangkan dan kejar adalah kebahagiaan yang semu atau ternyata hanya kesenangan sesaat. Kebahagiaan seringkali kita sangka terletak pada kelimpahan materi, kekuasaan, kesuksesan, prestise dan popularitas. Padahal semua itu hanyalah sarana (yang bersifat relatif dan sementara), bukan tujuan sebenarnya yang akan kita raih. Maka pemahaman yang benar tentang kebahagiaan menjadi sangatlah penting agar kita dapat meraih kebahagiaan yang sejati.
Monday, March 18, 2013
BENCANA KEKERINGAN SPIRITUALITAS
Maraknya aksi kekerasan, korupsi, terungkapnya peredaran narkoba, praktek-praktek ketidakadilan dan penyalahgunaan wewenang tersaji di hadapan kita, baik secara langsung maupun lewat berbagi media. Fenomena tersebut bisa kita sebut sebagai “budaya kematian”, yang merusak pribadi dan tatanan hidup bersama. Mengapa di tengah masyarakat kita yang dikenal sangat religius karena menganut agama, melakukan praktek-praktek ibadah dan kesalehan serta memiliki banyak tempat ibadah ini masih sering terjadi kekerasan dan ketidakadilan? Meskipun ada berbagai alasan ekonomis, politis, sosial dan sebagainya yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan dan praktek-praktek ketidakadilan itu, namun sejatinya ada alasan yang lebih mendalam lagi. Rupanya gejala kekerasan dan segala praktek ketidakadilan itu merupakan gejala "sakit kronis" yang diidap masyarakat kita, yakni kekeringan spiritualitas .
Saturday, March 16, 2013
WAWANCARA SEPUTAR "CYBER RELIGION"
Beberapa waktu lalu Lingkar Studi Profetika mewawancari saya seputar 3 topik: pertama,fenomena cyber religion yang direpresentasikan dari maraknya situs-situs keagamaan di internet. Kedua, diseminasi informasi atau pemikiran keagamaan dalam konteks kebebasan beragama dan berpendapat (demokrasi informasi). Dan ketiga, masa depan dialog antar agama dalam konteks kelimpahruahan informasi yang mungkin ada yang tak terverifikasi, tak terklarifikasi, mendiskreditkan, dan sebagainya (misal, Faith Freedom, dsb.)
1. Sebagai agamawan yang dibesarkan dan hidup di masa kini, kami rasa Romo sangat paham dengan media internet. Secara umum bagaimana tanggapan Romo keberadaan teknologi informasi itu?
Kita patut bersyukur, teknologi informasi dewasa ini berkembang pesat. Tentu perkembangan ini diharapkan dapat memberi manfaat positif bagi kehidupan manusia di segala dimensinya. Akses informasi dan komunikasi menjadi lebih cepat, lancar dan dapat dinikmati oleh banyak orang. Pertukaran ide, informasi dan diskusi atau belajar bersama dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien (mengatasi keterbatasan tempat, waktu dan beaya). Teknologi informasi juga dapat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya, kehidupan iman, sosial ekonomi, politik, budaya, dan dimensi hidup lainnya. Untuk itu teknologi informasi perlu dikembangkan sesuai nilai-nilai moral (seperti kebenaran, keadilan, perdamaian, penghormatan HAM, keutuhan ciptaan, dll) dan kode etik yang berlaku agar tujuan mulianya dapat tercapai, yakni demi kebaikan bersama (bonum commune). Tapi kita tidak menutup mata terhadap penyimpangan yang terjadi, teknologi informasi disalahgunakan untuk kepentingan sosial, politis, ekonomis dan ideologis yang tidak sesuai dengan nilai kebenaran, keadilan, perdamaian dan penghormatan martabat manusia serta perusakan lingkungan. Prinsip-prinsip etis moral dilanggar sehingga merusak kehidupan moral, spiritual dan sosial. Ini merupakan tantangan riil yang harus kita hadapi.
Friday, February 25, 2011
MEMBANGUN PAGUYUBAN UMAT KEUSKUPAN PURWOKERTO DALAM KONTEKS BUDAYA*)
Saturday, January 29, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)


