/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Thursday, February 9, 2012

MENJADI PRIBADI TANGGUH DAN MILITAN

"Menjadi OMK yang tangguh dan militan". Itulah tema yang dipilih oleh OMK Dekenat Tengah dalam kegiatan Akhir Pekan Ceria yg ketiga di Kaliori (4-5 Februari). Sebanyak 120 an OMK bersama pendamping dari 5 paroki menembus lebatnya hujan sore itu untuk sampai di Youth Camp Kaliori. Cuaca yg kurang bersahabat itu tidak mengurangi kegembiraan mereka ketika berjumpa dengan teman-teman dari paroki lain. Mereka segera larut dalam dinamika proses APC yang dimulai dengan perkenalan antar peserta. Sesi-sesi selanjutnya dipandu oleh Tim Rumah Retret Kaliori (Pak Wisnu, Rm Rudi, Mas Atril dan Mas Kris) yang mengajak peserta untuk bersyukur atas karunia kehidupan yang Tuhan berikan dan cinta yang ditanamkan-Nya di hati makluk ciptaan yang paling istimewa ini. Lewat film pendek yang mengisahkan proses terjadinya manusia dalam kandungan ibu sampai kelahirannya, para peserta melihat betapa hebat dan agungnya Tuhan sehingga membuat para peserta terharu penuh syukur serta memandang dirinya positif.

Thursday, January 26, 2012

Doa Menyongsong IYD 2012

Allah Bapa yang Maha Baik, tak henti-hentinya Engkau mencari kami. Kasih-Mu yang tak terbatas senantiasa melimpahi kami dengan berkat dan segala yang baik. Syukur atas semua kelimpahan yang Engkau berikan kepada kami itu. Engkau senantiasa mempunyai rencana yang indah bagi kami maka kini Engkau memanggil kami mengalami suatu proses peziarahan besar dalam IYD 2012. Biarlah Yesus Putra-Mu menjadi Sahabat kami dalam ziarah kami ini, Salib-Nya menuntun dan menerangi langkah kami, Jalan Salib-Nya menjadi pedoman arah kami, Tubuh dan Darah-Nya menjadi sumber kekuatan kami, Sabda-Nya menjadi inspirasi kami, dan Roh-Nya menjadi tenaga yang mendorong kami untuk melangkah dan berbuat.

Semoga sepanjang peziarahan ini, kami mampu meninggalkan keegoisan diri kami, meninggalkan kenyamanan kami sendiri, dan tidak pernah merasa puas diri. Buanglah dari diri kami, segala sesuatu yang tidak berkenan bagi-Mu sehingga kami dapat menemukan Engkau dalam diri kami masing-masing, dan mampu menghadirkan-Mu di tengah masyarakat melalui tindakan dan perbuatan kami. Semoga kami mampu dan berani mengulurkan tangan dan berbela rasa dengan mereka yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkir, mewartakan cinta-Mu dan memberi harapan akan Dikau kepada mereka yang putus asa, membawa Terang Kebenaran-Mu kepada mereka yang berjalan dalam kegelapan, dan semoga dalam segala ciptaan, buah karya Jari-Mu, kami menemukan keagungan dan kebesaran-Mu.

Kami siap menjadi bibit yang ditanam dalam kebun Kerajaan-Mu. Pisahkanlah kami dari sekam, tempalah kami agar kami menjadi murni, kudus dan tak bercela seperti Dikau sendiri. Tanamlah dan rawatlah kami sebagai umat kesayangan-Mu, agar kami senantiasa berakar dalam Kristus Putra-Mu, tumbuh di dalam Dia, dan berbuah dalam iman akan Dia ,sehingga dalam persekutuan mesra dengan Dia, Penyelamat kami, kami semakin serupa dengan Dia yang berkenan kepada-Mu, dan kami layak disebut putera dan puteri-Mu.

Pakailah diri kami sebagai alat-Mu sehingga Kehendak dan Kebaikan-Mu nyata dalam dan melalui diri kami. Semoga kami senantiasa setia berkarya dalam iman dan kebenaran dan melakukan segalanya dengan penuh cinta dan bakti kepada Dikau, Gereja, negara dan bangsa kami. Bagimu Indonesiaku, segenap ragaku untuk membangunmu yang telah menyediakan segala yang baik bagiku, Bagimu Gereja, segenap karyaku untuk menunjukkan gemilang cahaya-Mu di antara bangsa-bangsa, Bagimu Bapa, segenap jiwa dan hati kami, serta segala yang kami miliki demi kemuliaan dan cinta kepada-Mu.

Oh Maria, Bunda Orang Muda Katolik Indonesia, bimbinglah kami dalam kasih keibuan-Mu peluklah dan restuilah kami, anak-anakmu,supaya semakin hari dalam peziarahan kami ini, kami semakin mampu menjadi serupa dengan Yesus Putra-Mu. Amin.

Thursday, June 23, 2011

MEMBANGUN DIRI DAN KOMUNITAS AFIRMATIF

Senin, 20 Juni
Bac: Kej 122:1-9 dan Mat 7:1-5

Mungkin kita ingat pengalaman masa kecil saat kita jatuh gara-gara tersandung batu atau kaki kursi. Kita lalu menangis dan orang tua kita membujuk kita agar berhenti menangis dengan membuang batu atau memukul kursi itu. Dengan mimik wajah jengkel atau marah, tindakan itu disertai kalimat, “Batunya nakal ya…..? Gara-gara kamu, anakku jatuh!”, atau (sambil memukul kursi) “Kamu kurang ajar ya?!” Biasanya tangis menjadi reda karena penyebab jatuhnya kita itu sudah kena marah atau pukul dari orang tua kita.

Wednesday, June 22, 2011

SATU DALAM CINTA

Minggu, 19 Juni 2011
HR. Tritunggal Mahakudus

Kita patut bersyukur menjadi bagian dari keluarga. Berkat cinta yang mempersatukan kedua orang tua kita, maka kita hadir di dunia ini sebagai buah cinta mereka. Orang tua kita kemudian membesarkan, mendidik dan menopang pertumbuhan kita dengan perhatian, tenaga, waktu, beaya dan segala bentuk kasih sayang lainnya. Setelah kita dewasa dan bisa mandiri pun, doa dan dukungan dari orang tua masih menyertai kita. Dan bila orang tua kita telah tiada, relasi kasih dan penyertaan mereka tetap memberi daya kekuatan bagi perjalanan hidup kita. Dan itu semua terjadi karena ikatan cinta di tengah keluarga kita.

Pengalaman relasi kasih di tengah keluarga bisa membantu kita memahami misteri Allah Tritunggal, yakni Allah Bapa sebagai “designer” rencana keselamatan (antara lain dengan menciptakan dunia), Allah Putera sebagai pelaksana keselamatan dan Allah Roh Kudus sebagai pemelihara keberlangsungan karya keselamatan itu. Ketiga pribadi itu berada dalam ke-“satu”-an hakekat, yakni sebagai Allah yang mencintai dan menyelamatkan dunia. Relasi mesra antara Bapa, Putera dan Roh Kudus itu diikat oleh Cinta yang memberi daya kehidupan atau keselamatan (visi Allah Tritunggal bagi dunia) dan tetap berlangsung sampai akhir jaman tiba.

Tuesday, June 21, 2011

OMK DI TENGAH GLOBALISASI



Kamis, 16 Juni 2011
Bac: 2Kor 11:1-11 dan Mat 6:7-15

Orang muda jaman ini adalah bagian dari proses globalisasi yang menimbulkan pergeseran nilai-nilai kehidupan. Globalisasi menjadi suatu proses kultural yang ditandai dengan penyeragaman (homogenization), pemaksaan secara halus (hegemonization) dan standarisasi nilai (standarization). Berbagai produk barang dan jasa, ideologi dan gaya hidup (life style) dinikmati dan menjadi milik banyak orang di berbagai belahan dunia. Tanpa disadari (dengan kritis) orang “dipaksa” untuk menerimanya seolah-olah sebagai kebutuhan, padahal sebenarya kebutuhan itu diciptakan oleh produsen. Nilai-nilai lokal dan moral keagamaan pun mulai ditinggalkan atau dianggap kolot dan dikalahkan oleh standar nilai baru (kepentingan diri/kelompok, kemewahan, kesenangan, kemudahan, efisiensi, dst).

BELAJAR TULUS


Rabu, 15 Juni 2011
Pekan Biasa XI
Bacaan: 2Kor 9:6-11 dan Mat 6:1-6,16-18

Beberapa OMK masih berdiri di depan pintu sebuah gereja paroki ketika misa sudah hampir mulai. Ketika seorang petugas tata tertib mendekati mereka dan mempersilahkan masuk, seorang di antara mereka menjawab sambil celingukan, “kami sedang menunggu teman…”. Rupanya, teman-teman OMK ini merasa kurang afdol bila mereka tidak masuk gereja dan duduk berdekatan saat misa. Bangku yang biasanya dipilih pun relatif tetap, yakni di pojok belakang sayap kanan gereja. Seringkali terjadi, pada saat misa mereka ngobrol dan cekikikan (tertawa geli). Para petugas tata tertib biasanya cukup direpotkan dengan ulah mereka itu.

OMK : AGEN CINTA


Senin, 13 Juni 2011
Hari Biasa Pekan ke XI. Peringatan St. Antonius Padua.
Bacaan: 2Kor 6:1-10 dan Mat 5:38-42

Siapa sih yang gak sakit hati bila diejek, dihina, dikecewakan,dikhianati atau diperlakukan tidak adil oleh teman kita? Sangatlah wajar bila kita merasa kecewa, sedih, jengkel dan marah. Bahkan terkadang muncul keinginan untuk membalas perlakuan tidak adil itu. Apalagi kita sebagai OMK yang memiliki “darah muda” ini, akan mudah terpancing emosi dan segera melakukan tindakan tanpa pikir panjang. Keinginan itu biasanya didorong oleh mekanisme mempertahankan diri (self-defense mechanism), termasuk rasa gengsi untuk mempertahankan harga diri kita. Seakan harga diri kita bisa dipulihkan bila kita mampu membalas perlakuan teman yang menyakitkan itu.