Masyarakat Indonesia dan dunia akhir-akhir ini sedikit terhibur dengan hadirnya beberapa pemimpin yang menunjukkan cara hidup sederhana. Sebut saja misalnya Jokowi-Ahok, Mahfud MD, Dahlan Iskan, dan Paus Fransiskus memberi kesaksian hidup sebagai pemimpin yang memilih cara hidup sederhana di tengah berbagai fasilitas, kemudahan dan peluang yang selayaknya mereka nikmati. Itu semua seakan menjadi sebuah “oase” di tengah gelimangnya fasilitas dan kemewahan yang dinikmati sebagian besar pejabat publik kita. Masyarakat sudah lelah dan muak akan kemewahan yang didapat dari kekuasaan, korupsi dan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan banyak pejabat publik, wakil rakyat dan tokoh partai. Penggunaan fasilitas, pemborosan uang rakyat dan penggelapan anggaran yang diikuti cara hidup yang serbah “wah” sungguh melukai hati dan rasa keadilan masyarakat kita. Airmata masyarakat yang sudah mengering karena luka hati yang terlalu dalam kini mendapat penghiburan dan harapan dengan munculnya tokoh-tokoh sederhana, berintegritas, jujur dan mengabdi dengan penuh dedikasi pada kepentingan rakyat. Upaya KPK mengusut berbagai kasus korupsi dan penyucian uang memperkuat harapan masyarakat dan patut terus kita dukung.
Monday, March 18, 2013
BENCANA KEKERINGAN SPIRITUALITAS
Maraknya aksi kekerasan, korupsi, terungkapnya peredaran narkoba, praktek-praktek ketidakadilan dan penyalahgunaan wewenang tersaji di hadapan kita, baik secara langsung maupun lewat berbagi media. Fenomena tersebut bisa kita sebut sebagai “budaya kematian”, yang merusak pribadi dan tatanan hidup bersama. Mengapa di tengah masyarakat kita yang dikenal sangat religius karena menganut agama, melakukan praktek-praktek ibadah dan kesalehan serta memiliki banyak tempat ibadah ini masih sering terjadi kekerasan dan ketidakadilan? Meskipun ada berbagai alasan ekonomis, politis, sosial dan sebagainya yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan dan praktek-praktek ketidakadilan itu, namun sejatinya ada alasan yang lebih mendalam lagi. Rupanya gejala kekerasan dan segala praktek ketidakadilan itu merupakan gejala "sakit kronis" yang diidap masyarakat kita, yakni kekeringan spiritualitas .
Saturday, March 16, 2013
WAWANCARA SEPUTAR "CYBER RELIGION"
Beberapa waktu lalu Lingkar Studi Profetika mewawancari saya seputar 3 topik: pertama,fenomena cyber religion yang direpresentasikan dari maraknya situs-situs keagamaan di internet. Kedua, diseminasi informasi atau pemikiran keagamaan dalam konteks kebebasan beragama dan berpendapat (demokrasi informasi). Dan ketiga, masa depan dialog antar agama dalam konteks kelimpahruahan informasi yang mungkin ada yang tak terverifikasi, tak terklarifikasi, mendiskreditkan, dan sebagainya (misal, Faith Freedom, dsb.)
1. Sebagai agamawan yang dibesarkan dan hidup di masa kini, kami rasa Romo sangat paham dengan media internet. Secara umum bagaimana tanggapan Romo keberadaan teknologi informasi itu?
Kita patut bersyukur, teknologi informasi dewasa ini berkembang pesat. Tentu perkembangan ini diharapkan dapat memberi manfaat positif bagi kehidupan manusia di segala dimensinya. Akses informasi dan komunikasi menjadi lebih cepat, lancar dan dapat dinikmati oleh banyak orang. Pertukaran ide, informasi dan diskusi atau belajar bersama dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien (mengatasi keterbatasan tempat, waktu dan beaya). Teknologi informasi juga dapat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya, kehidupan iman, sosial ekonomi, politik, budaya, dan dimensi hidup lainnya. Untuk itu teknologi informasi perlu dikembangkan sesuai nilai-nilai moral (seperti kebenaran, keadilan, perdamaian, penghormatan HAM, keutuhan ciptaan, dll) dan kode etik yang berlaku agar tujuan mulianya dapat tercapai, yakni demi kebaikan bersama (bonum commune). Tapi kita tidak menutup mata terhadap penyimpangan yang terjadi, teknologi informasi disalahgunakan untuk kepentingan sosial, politis, ekonomis dan ideologis yang tidak sesuai dengan nilai kebenaran, keadilan, perdamaian dan penghormatan martabat manusia serta perusakan lingkungan. Prinsip-prinsip etis moral dilanggar sehingga merusak kehidupan moral, spiritual dan sosial. Ini merupakan tantangan riil yang harus kita hadapi.
Tuesday, February 19, 2013
INDAH RANCANGAN-NYA
meskipun
bagi kita seolah-olah lambat dalam menyelesaikan persoalan yang kita bawa kepada-NYA.
Kadang TUHAN mengijinkan yang kita lalui sepertinya sia-sia tanpa ada kesempatan untuk mengubahnya,
sampai kita menyadari pentingnya bergantung kepada TUHAN.
ALLAH tidak pernah menjawab pertanyaan-pertanyaan Ayub,
dan DIA juga tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan kita.
Sering kita berhadapan dengan teka-teki dan hal-hal yang kelihatannya bertentangan.
Suatu hari nanti kita akan tahu alasannya.
Wednesday, February 13, 2013
BERPIKIR POSITIF
Penderitaan sering menjadikan kamu lebih peduli pada kesusahan orang laindan menarik kamu lebih dekat kepada ALLAH.
Jangan biarkan pengalaman hidup yang pahit menghentikan kamu untuk memuji
dan menyembah TUHAN.
dan menyembah TUHAN.
Pengalaman buruk mengasah potensi dan kekuatan mu.
Badai dan padang gurun diizinkan TUHAN untuk kita alami agar kita lebih kuat
karena hanya orang yang pernah mengalami kerasnya badai yang tahu cara mengatasinya.
Kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".
Air mata kita diperhitungkan TUHAN dan penderitaan kita akan mengubah diri kita menjadi mutiara.
Perubahan adalah hukum kehidupan.
Keputusan kita untuk tidak hidup di masa lampau, membawa kita menuju masa depan.
Wednesday, February 6, 2013
BE HAPPY
"Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya berakal budi."(Amsal 10:19)
Untuk membuat orang lain diam, buatlah diri anda diam lebih dulu.
Orang yang banyak bicara cenderung banyak kesalahan.
Jangan lakukan kejahatan, walau pun kejahatan kecil.
Jangan tinggalkan tindakan baik, walau pun tindakan baik yang kecil.
Orang yang berbudi luhur membantu orang lain untuk mengisi kehidupannya dgn kebajikan bukan dengan kejahatan.
Di saat TUHAN izinkan kita berada di lingkungan yang buruk, itu artinya kita harus menjadi berkat bagi lingkungan kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)



